Eps. 3 Podcast Suara Primata Indonesia

Nuy, Sahri, Isra dan Nandar adalah empat orang asisten lapangan OwaHalimun yang banyak membantu para peneliti dan mahasiwa tidak hanya sekedar mengumpulkan data, tetapi mereka adalah para penjaga di garis depan yang membantu untuk memastikan habitat owa Jawa tetap terjaga dan kegiatan konservasi yang kami lakukan dapat berjalan dengan baik.

Dengarkan perbincangan spesial di eps. Ketiga Suara Primata Indonesia mengenai pengalaman empat sekawan ini selama di lapangan, arti hutan dan owa Jawa bagi mereka, dan besarnya arti keberadaan mereka di dalam sebuah organisasi. Selamat mendengarkan.

Eagle Web Series: Sang Pesinden Hutan

Halo Kawan Owa, kami kembali hadir di dalam Eagle Webseries terbaru dari Eagle Awards yang menceritakan tentang Owa Jawa dan juga cuplikan aktivitas kami di lapangan. Tonton video lengkapnya di channel Youtube Eagle Awards ya: EAGLE WEB SERIES: SANG PESINDEN HUTAN

Pemenang Lomba Desain Poster

Halo Kawan Owa!

Peringatan Hari Owa Sedunia yang sejak lima tahun lalu diselenggarakan tiap tanggal 24 Oktober, tahun ini kami peringati dengan cara yang berbeda. Pandemi membuat rencana awal untuk mengadakan kampanye edukasi bagi keluarga yang sebelumnya rutin kami selenggarakan di Taman Ekspresi, Lapangan Sempur Bogor harus ditidakan. Sebagai gantinya, unutk menjamin keselamatan selama masa pandemi ini, kami menyelenggarakan kompetisi desain poster secara daring pada tanggal 12-21 Oktober kemarin dan diumumkan tepat pada tanggal 24 Oktober bertepatan dengan peringatan hari owa sedunia.

Tujuan dari kompetisi adalah untuk menyebarluaskan informasi tentang keberadaan owa Indonesia sebagai satwa asli Indonesia agar tidak terlupakan oleh publik, khususnya generasi muda. Dalam kurun waktu 10 hari, kami tidak menyangka akan menerima 99 karya luar biasa! Setelah proses penjurian, terpilihlah 8 orang pemenang yang terbagi menjadi Juara 1, Juara 2, Juara 3, Juara Favorit dan 4 Pemenang Hiburan.

Semoga semakin banyak generasi muda yang mengetahui tentang keberadaan Owa Indonesia dan mengambil bagian untuk lebih peduli dan menjaga habitatnya. Mari kenali owa, jaga habitatnya! Selamat kepada para pemenang!

Peringatan Hari Owa Internasional lewat Lomba Desain Poster

Halo kawan owa!

Dalam rangka memeriahkan International Gibbon Day 2020 pada tanggal 24 Oktober, Owahalimun bersama Gibbonesia akan mengadakan Lomba Desain Poster dengan tema “Kenali Owa, Jaga Habitatnya”

Lomba ini terbuka untuk umum (usia 17-35 tahun) dengan mendesain sebuah poster yang orisinil dan belum pernah dipublikasikan. Berikut adalah tata caranya:

1. Desain poster dengan tema “Kenali Owa, Jaga Habitatnya!”.

2. Kalian bisa mendesain menggunakan aplikasi apapun pada ukuran A3 serta hasil akhir dalam format .png.

3.  Kirimkan karya terbaikmu beserta deskripsi mengenai desain melalui email:halimunjavangibbon@gmail.com dengan subjek IGD – (Nama Lengkap).

4. Unggah juga desain terbaikmu di feed Instagram, tag & mention @owahalimun dan @gibbonesia dengan hashtag #InternationalGibbonDay #OwaIndonesia.

5. Ajak teman-temanmu untuk likes hasil karyamu karena akan ada hadiah menarik juga untuk desain favorit dengan likes terbanyak.

Bagi pemenang, akan mendapatkan hadiah sebagai berikut:

Juara 1: Rp 350.000 + merchandise

Juara 2: Rp 250.000 + merchandise

Juara 3: Rp 150.000 + merchandise

Sementara, untuk desain poster akan dinilai sesuai dengan kriteria berikut yang telah ditentukan oleh panitia dan Juri:

– Orisinalitas karya

– Kesesuaian konsep desain dengan tema

– Kreativitas

– Kualitas artistik penyajian visual

– Filosofi deskripsi

Berikut adalah timelinenya:

Pengumpulan karya: 12-21 Oktober 2020

Penilaian: 22-23 Oktober 2020

Pengumuman pemenang: 24 Oktober 2020 (bertepatan dengan peringatan Hari Owa Internasional).

Pemenang lomba akan kami umumkan melalui email dan juga lewat Instagram @owahalimun. Keputusan akhir dari panitia dan juri tidak dapat diganggu gugat. Karya yang terpilih akan kami gunakan sebagai media edukasi non-komersial.

Kami tunggu keikutsertaan dan karya-karya dari teman-teman semua untuk menggaungkan suara Owa Indonesia!

Podcast: Suara Primata Indonesia

Sebagai bagian dari rangkaian A Better World Festival yang diadakan oleh @campaign_id, dan juga upaya untuk menyebarluaskan serta mengarusutamakan konservasi primata Indonesia yang dilakukan oleh para peneliti, penggiat dan juga pemerhati, kami meluncurkan podcast kami dengan nama: Suara Primata Indonesia pada tanggal 26 September 2020 lalu.

Pada podcast perdana ini, kami mengundang Agung dari @kukangku , Afrizal dari @gibbonesia , dan drh Pristi dari @javangibboncenter untuk berbagi mengenai upaya pelestarian primata melalui kampanye edukasi, dan juga upaya rehabilitasi owa jawa eks-peliharaan.

Semoga podcast ini dapat menjadi kendaraan bagi kami untuk semakin memperkenalkan dan memperluas upaya konservasi bagi primata Indonesia. Temukan tautannya di bawah ini. Selamat mendengarkan dan Salam lestari!

Legenda Owa Jawa

Legenda dan cerita rakyat tentang satwa liar dan alam banyak kita temui dan dengarkan dari kakek, nenek dan orangtua kita di masa kecil. Semua pasti sudah familiar dengan cerita tentang kancil, lutung kasarung, kura-kura dan kelinci, tapi bagaimana dengan legenda atau cerita mengenai jenis primata lain di Indonesia, seperti Owa Jawa?

Kami mencoba menggali dan mencari tahu cerita-cerita ini dari penduduk setempat kami berkegiatan, termasuk dari para asisten lapangan. Mengapa cerita-cerita ini penting? Karena sebenarnya sejak dulu orang-orang tua kita sudah mengajarkan dan memberi tahu mengenai hubungan manusia dan alam sekitar melalui legenda, agar kita senantiasa saling menjaga dan menghormati makhluk hidup lain yang berada di sekitar kita.

Muhammad Nur (koordinator asisten OwaHalimun) menceritakan kepada kami sebuah cerita mengapa Owa Jawa bernyanyi, sebuah cerita lokal yang pernah ia dengar di masa kecil dari neneknya dan kami ceritakan kembali disini.

Alkisah sejak dulu Owa Jawa adalah satwa liar yang hidup di atas pepohonan, ia tak berani untuk turun ke tanah karena ia takut akan membahayakan dirinya. Ketika rasa haus datang, Owa Jawa kebingungan, bagaimana ia dapat mendapatkan air? Sementara terlalu berbahaya baginya untuk turun ke sungai. Maka Owa Jawa mulai bernyanyi, nyanyian panjang yang terdengar sampai langit dan permohonan agar langit menurunkan hujan untuk melepas dahaga. Langit pun terenyuh mendengar nyanyian dan permohonan Owa Jawa, sehingga langit menangis dan menurunkan hujan agar Owa Jawa tidak kehausan lagi. Kemudian orang pun percaya hujan yang turun begitu Owa Jawa bernyanyi adalah pertanda bahwa Owa Jawa sedang kehausan.

Cerita ini divisualisasikan oleh @Shirohyde dalam bentuk strip komik yang menarik dan kami terjemahkan dalam Bahasa Inggris, agar semakin banyak masyarakat global yang mengetahui tentang Owa Jawa dan Bahasa Sunda, karena cerita ini berasal dari Tanah pasundan, penting untuk meneruskan cerita ini kepada generasi selanjutnya agar tidak hilang. Selamat membaca 🙂

Berbagi Tentang Program Edukasi Konservasi

Pada hari Jumat-sabtu 18-19 September lalu, kami berkesempatan untuk berbagi mengenai kegiatan edukasi konservasi yang selama ini telah kami lakukan secara reguler di SDN Malasari 3 dan SDN Rimba Kencana kepada guru-guru dan sukarelawan binaan BKSDA Jakarta yang disebut sebagai EKSATLI. Kesempatan ini datang atas undangan dari balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang menyelenggarakan kegiatan ini sebagai sarana untuk berbagi pengalaman dan merencanakan kolaborasi untuk kegiatan pendidikan konservasi di TNGHS.

Bertempat di stasiun riset Cikaniki, di hari pertama project coordinator kami mempresentasikan mengenai metode dan hasil kegiatan pendidikan konservasi selama ini, dua orang asisten penelitian kami pun ikut hadir dan belajar bersama mengenai teknik berbicara di depan publik.

Di hari kedua, seluruh peserta termasuk kepala balai TNGHS dan kepala BKSDA Jakarta melakukan trekking memasuki jalur interpretasi dari Citalahab menuju Cikaniki sepanjang kurang lebih dua kilometer dan melihat langsung habitat owa jawa yang juga bagian dari wilayah jelajah Kelompok A. Meskipun hari itu peserta belum beruntung bertemu dengan Kelompok A tetapi kami berbagi informasi mengenai keanekaragaman jenis pakan alami Owa Jawa yang ditemukan di sepanjang jalur pengamatan.

Kami berterimakasih kepada balai TNGHS yang telah mengundang kami ikut serta dalam kegiatan ini, semoga semakin banyak kolaborasi yang terjalin dan memberikan dampak lebih luas untuk konservasi keanekaragaman hayati di TNGHS.

Reaktivasi Kegiatan Monitoring

Dengan dibukanya kembali beberapa kawasan konservasi termasuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak secara terbatas, kegiatan penelitian dan monitoring owa jawa direncanakan akan kembali kami aktifkan di bulan Agustus ini.

menghadapi situasi yang baru dan untuk mencegah segala resiko kesehatan, beberapa persiapkan kami lakukan, termasuk di dalamnya sosialisasi mengenai protokol kesehatan diri dan perlengkapan selama kegiatan di lapangan bagi seluruh anggota tim, dan sejumlah peraturan akan diterapkan termasuk pengecekan suhu tubuh, menjaga kebersihan dan jarak, menggunakan masker serta mendesinfeksi seluruh peralatan sesuai dengan panduan IUCN SSC Primate Specialist Group.

Kami juga melakukan simulasi dengan protokol terbaru yang kami buat dan untuk sementara kegiatan magang maupun penelitian mahasiswa masih kami tangguhkan untuk meminimalisir segala resiko. Begitu juga kegiatan pendidikan konservasi dan pelatihan bagi masyarakat.

Semoga kegiatan dapat berjalan lancar dan terima kasih kepada Taman Nasional Gunung Halimun Salak atas dukungan yang diberikan.

Protokol di hutan Owahalimun (A2)

Berbagi Informasi dan Perlengkapan Kesehatan bagi warga Kampung Citalahab Sentral

Kali ini kami melakukan kegiatan penyadartahuan mengenai protokol kesehatan sehari-hari untuk mencegah penyebaran Covid19 dan kami membagikan 120 masker, sabun cuci tangan dan poster bagi semua warga kampung Citalahab Sentral, tempat kami berkegiatan.

Tak lupa kami juga berkunjung ke Resort Cikaniki untuk membagikan perlengkapan bagi para petugas taman nasional dan bertamu ke mushola serta pesantren untuk mendistribusikan protokol dalam menjaga kebersihan di mushola.

Continue reading “Berbagi Informasi dan Perlengkapan Kesehatan bagi warga Kampung Citalahab Sentral”

Bioblitz 2020

A Bioblitz well spent!

This is our third Bioblitz that we have organized and supported by National Geographic Society under Explorer Led Youth Outreach Program Grant.

This year, we collaborated with five student organizations from different faculties in IPB University (HIMAKOVA, Himpro Satli, Himabio, Tree Grower Community and UKF) to run this event on campus. Why we chose campus as the venue? It was because campus usually has green spaces that use by urban wildlife as habitat, and it is important to provide baseline data for campus officials to preserve the biodiversity and consider a sustain development. Moreover, sometimes we take it for granted for common species we found everyday in life but in fact we share spaces with them and it matters to dig deeper and share stories with others to be care.

After several meeting and preparations, we held the event in Faculty of Forestry. In total, 80 participants joined this event and we even had 8 yo boy (accompanied by his parent of course) as our youngest participants! And we were so excited this event could reach participants from different area like from Jakarta, Bekasi and Bandung. They were curious about what is Bioblitz actually and how they can run similar event in their places.

Finally, we kicked off our 3rd Bioblitz event by presented talks from three experts: Arief Hamidi from Global Tree Campaign, Fransisca Noni from Seabird Indonesia and Andi N. Cahyana from Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP). They shared about conservation efforts for neglected species and the importance of public support to report any illegal wildlife trade activity. A lot of questions rose from audience mostly about wildlife trade and we were glad one of participant shared his perspective as online marketplace staff and how his platform activity take a part to tackle this issue. Bravo!

We continue with a short workshop about inaturalist using by our project leader: Rahayu Oktaviani. She shared about how to use iNaturalist through website and app, and also why it is important to involve public as part of science and conservation.

 

Continue reading “Bioblitz 2020”